1dtk.com - Banyak warga Indonesia mengira memiliki paspor berarti sudah bisa langsung bepergian ke negara mana pun. Kenyataannya tidak demikian. Setiap negara memiliki kebijakan sendiri mengenai siapa yang membutuhkan visa, berapa lama seseorang boleh tinggal, dokumen apa yang harus disiapkan dan tujuan perjalanan seperti apa yang diperbolehkan.
Visa pada dasarnya merupakan izin dari negara tujuan yang diberikan kepada seseorang untuk melakukan perjalanan atau mengajukan masuk sesuai ketentuan tertentu. Bentuk dan mekanismenya dapat berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Ada negara yang menggunakan visa berupa stiker pada paspor, ada yang menggunakan visa elektronik dan ada pula yang menerapkan sistem izin perjalanan elektronik.
Karena aturan berbeda-beda, langkah pertama sebelum mengurus visa adalah menentukan negara tujuan dan tujuan perjalanan. Visa untuk liburan tidak selalu memiliki persyaratan yang sama dengan visa untuk bekerja, belajar atau mengunjungi keluarga. Jangan memilih jenis visa hanya berdasarkan cerita orang lain karena keadaan setiap pemohon dapat berbeda.
Setelah menentukan tujuan perjalanan, periksa apakah warga negara Indonesia membutuhkan visa untuk memasuki negara tersebut. Informasi ini sebaiknya diperoleh dari situs resmi kedutaan, konsulat, imigrasi atau lembaga resmi negara tujuan. Jangan hanya mengandalkan informasi dari unggahan media sosial karena aturan visa dapat berubah sewaktu-waktu.
Jika negara tujuan mensyaratkan visa, perhatikan jenis visa yang sesuai. Untuk wisata, biasanya terdapat kategori khusus bagi pengunjung sementara. Untuk pekerjaan, terdapat izin yang berbeda karena aktivitas bekerja di negara lain memiliki konsekuensi hukum dan administratif yang lebih besar. Kesalahan memilih kategori visa dapat membuat permohonan bermasalah.
Baca juga: Paspor Biasa dan E-Paspor Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Baik untuk WNI
Dokumen yang diperlukan juga tidak selalu sama. Pemohon dapat diminta memberikan paspor yang masih berlaku, foto, formulir permohonan, bukti akomodasi, rencana perjalanan, bukti keuangan, tiket perjalanan atau dokumen pendukung lain. Beberapa negara dapat meminta dokumen tambahan berdasarkan profil dan tujuan pemohon.
Paspor menjadi dokumen utama dalam hampir semua proses permohonan visa. Karena itu, sebelum mengajukan visa, pastikan data dalam paspor sudah benar dan masa berlakunya masih mencukupi sesuai ketentuan negara tujuan. Beberapa negara memiliki aturan mengenai sisa masa berlaku paspor pada saat kedatangan.
Jangan menunggu sampai masa berlaku paspor hampir habis untuk mulai memikirkan visa. Jika paspor perlu diganti terlebih dahulu, proses tersebut dapat memengaruhi jadwal pengajuan visa. Perencanaan dokumen sejak awal akan membuat persiapan perjalanan lebih teratur.
Bukti keuangan merupakan salah satu persyaratan yang dapat ditemukan dalam sejumlah permohonan visa. Dokumen tersebut digunakan untuk menunjukkan bahwa pemohon memiliki kemampuan membiayai perjalanan sesuai ketentuan. Bentuk bukti yang diterima dapat berbeda sehingga pemohon harus mengikuti daftar dokumen dari pihak yang menangani permohonan.
Kesalahan yang perlu dihindari adalah membuat atau mengubah dokumen keuangan hanya agar terlihat memenuhi persyaratan. Informasi yang diberikan dalam permohonan visa harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Memberikan informasi palsu dapat menimbulkan masalah yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar penolakan permohonan.
Rencana perjalanan juga perlu dibuat secara masuk akal. Pemohon tidak selalu membutuhkan jadwal yang sangat rumit. Yang penting, informasi mengenai kota yang akan dikunjungi, perkiraan lama tinggal dan tujuan perjalanan sesuai dengan dokumen pendukung lainnya.
Baca juga: Cara Cek Status Paspor Sudah Jadi atau Belum Tanpa Datang ke Kantor Imigrasi
Jika menggunakan reservasi hotel, pastikan data yang diberikan konsisten. Nama pemohon, tanggal perjalanan dan lokasi akomodasi sebaiknya tidak bertentangan dengan informasi pada formulir. Ketidakkonsistenan kecil dapat menimbulkan pertanyaan ketika dokumen diperiksa.
Hal yang sama berlaku untuk tiket pesawat. Jangan membeli tiket yang tidak dapat dikembalikan hanya karena takut visa tidak disetujui, kecuali memang terdapat alasan kuat dan ketentuan permohonan mengharuskannya. Periksa terlebih dahulu petunjuk resmi mengenai tiket dan reservasi sebelum mengeluarkan biaya yang besar.
Sebagian permohonan visa dapat dilakukan secara daring. Pemohon mengisi formulir, mengunggah dokumen dan membayar biaya sesuai mekanisme yang ditentukan. Ada juga jenis visa yang tetap mengharuskan pemohon datang untuk memberikan biometrik atau menjalani proses wawancara.
Wawancara visa sering membuat pemohon merasa gugup. Padahal, hal yang paling penting adalah menjawab pertanyaan secara jujur, singkat dan sesuai dengan dokumen yang diberikan. Tidak perlu menghafalkan jawaban dari contoh di internet karena kondisi setiap pemohon berbeda.
Petugas dapat menanyakan tujuan perjalanan, pekerjaan, rencana selama berada di negara tujuan, sumber biaya perjalanan atau alasan ingin kembali ke Indonesia. Jawablah berdasarkan keadaan sebenarnya. Jangan menambahkan cerita yang tidak ditanyakan apabila informasi tersebut justru dapat membuat penjelasan menjadi tidak jelas.
Bagi pekerja, dokumen pekerjaan dapat menjadi bagian penting dalam menjelaskan keadaan pemohon di Indonesia. Bagi pelajar, dokumen pendidikan dapat membantu menjelaskan status mereka. Sementara itu, pemilik usaha dapat menyiapkan dokumen yang menunjukkan kegiatan usahanya sesuai persyaratan yang ditentukan.
Baca juga: Syarat Membuat Paspor untuk Anak di Indonesia dan Proses Pengajuannya
Pemohon juga perlu memperhatikan istilah single entry dan multiple entry apabila tersedia dalam jenis visa yang dipilih. Single entry pada umumnya berkaitan dengan satu kali masuk sesuai ketentuan visa. Multiple entry dapat memungkinkan pemegang visa masuk beberapa kali selama masa berlaku dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Masa berlaku visa juga tidak selalu berarti seseorang boleh tinggal di negara tujuan selama seluruh periode tersebut. Visa dapat memiliki masa berlaku tertentu, sementara lama tinggal setiap kunjungan ditentukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Perbedaan ini penting karena banyak pemohon baru mengetahuinya setelah visa diterbitkan.
Memiliki visa juga tidak selalu menjadi jaminan mutlak seseorang akan diizinkan masuk. Pemeriksaan akhir tetap dapat dilakukan oleh petugas imigrasi ketika seseorang tiba di negara tujuan. Karena itu, simpan dokumen pendukung perjalanan dan pastikan informasi yang diberikan ketika mengajukan visa tetap sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Jika permohonan visa ditolak, jangan langsung menggunakan jasa pihak yang menjanjikan pasti bisa meloloskan permohonan berikutnya. Tidak ada pihak yang dapat memberikan jaminan mutlak mengenai keputusan imigrasi negara lain. Lebih baik memahami alasan penolakan apabila dijelaskan dan memperbaiki kekurangan yang memang dapat diperbaiki.
Biaya visa juga perlu diperhitungkan sejak awal. Tarif dapat berbeda berdasarkan jenis visa, kewarganegaraan, usia pemohon dan kebijakan negara tujuan. Sebagian biaya juga mungkin tidak dapat dikembalikan ketika permohonan ditolak, sehingga pemohon perlu membaca ketentuan pembayaran sebelum melakukan transaksi.
Waspadai situs atau akun media sosial yang mengaku sebagai perwakilan resmi tetapi meminta pembayaran melalui rekening pribadi. Pastikan alamat situs dan identitas penyedia layanan benar. Untuk urusan visa, keamanan data pribadi sama pentingnya dengan memastikan dokumen yang disiapkan sudah lengkap.
Setelah visa diterbitkan, periksa kembali informasi yang tercantum. Pastikan nama, nomor paspor, jenis visa, masa berlaku dan informasi penting lainnya sesuai. Jika terdapat kesalahan, segera cari tahu prosedur koreksi melalui pihak resmi yang menerbitkan visa.
Jangan lupa bahwa visa bukan satu-satunya dokumen yang mungkin dibutuhkan ketika bepergian. Negara tujuan dapat meminta bukti akomodasi, tiket keluar, asuransi perjalanan, bukti dana atau dokumen lain ketika seseorang tiba di perbatasan. Persyaratan tersebut perlu diperiksa kembali menjelang keberangkatan.
Mengurus visa memang membutuhkan ketelitian, tetapi prosesnya dapat menjadi jauh lebih mudah jika dilakukan secara sistematis. Tentukan tujuan perjalanan, cari tahu apakah visa diperlukan, pilih jenis visa yang tepat, siapkan dokumen dan ikuti prosedur resmi. Hindari mengambil jalan pintas dengan memberikan informasi yang tidak benar.
Bagi warga Indonesia yang baru pertama kali mengajukan visa, persiapan sebaiknya dilakukan beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan sebelum keberangkatan, tergantung negara dan jenis visa. Waktu yang cukup membuat pemohon memiliki kesempatan memperbaiki dokumen apabila ada kekurangan. Perjalanan ke luar negeri akan terasa jauh lebih tenang ketika dokumen sudah dipersiapkan sebelum hari keberangkatan.
