Sejarah Patung Sigale-Gale, Warisan Budaya Suku Batak Toba di Pulau Samosir

Sejarah Patung Sigale-Gale, Warisan Budaya Suku Batak Toba di Pulau Samosir

1dtk.com - Patung Si Gale-Gale adalah warisan budaya dari suku Batak Toba di Pulau Samosir, Sumatera Utara, namun tidak ada satu nama pencipta tunggal yang pasti dicatat secara resmi. Berdasarkan cerita rakyat dan legenda, terdapat beberapa versi mengenai sosok yang dikaitkan dengan penciptaan Patung Sigale-Gale, yaitu:

Datu Pang Gana

Menurut salah satu legenda, ia adalah seorang pematung handal yang membuat patung perempuan bernama Nai Manggale tanpa melihat model, hanya berdasarkan bayangan. Setelah patung selesai dibuat, Bao Partigatiga memberikan pakaian dan perhiasan yang membuatnya semakin cantik.

Raja Gayus Ruma Horbo dari Garoga

Ada pendapat yang menyatakan bahwa patung Si Gale-Gale pertama kali dibuat pada tahun 1930 atas perintahnya.

Datu Manggeleng

Dalam cerita lain, ia adalah seorang yang membuat patung menyerupai manusia yang bisa bergerak dan menari dengan sistem tali, yang kemudian diberi nama Si Raja Deang dan dianggap sebagai awal mula Si Gale-Gale.

Siba So

Dalam legenda tentang Raja Rahat dan putranya Manggale yang gugur dalam peperangan, ia adalah seorang tabib yang menyarankan pembuatan patung sebagai replika Manggale untuk memanggil rohnya dan membantu menyembuhkan kesedihan sang raja.

Selain itu, berdasarkan catatan dari The Metropolitan Museum of Art, patung Si Gale-Gale yang ada pada abad ke-19 hingga ke-20 dibuat oleh seniman Batak Toba yang tidak diketahui namanya secara spesifik.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال